CEWEK : Selamat siang, pak guru?
Guru : Selamat siang, sayang.
Cewek : Maaf pak guru, bolehkah saya bertanya?
Guru : Oh ya, silahkan. Mau tanya apa, sayang?
Guru : Ya, sama-sama.
Guru : Selamat siang, sayang.
Cewek : Maaf pak guru, bolehkah saya bertanya?
Guru : Oh ya, silahkan. Mau tanya apa, sayang?
Cewek : Kalau cinta dengan ber-mesra2an, bercumbu rayu, kan 'gak
boleh, alias diharamkan dalam agama Islam. Tetapi kenapa orang2
kok banyak yang menyukainya? Meskipun banyak juga yang sebetulnya
menyukainya tetapi menahannya/mengendalikannya. Itu kenapa, pak?
Guru : Bagus banget pertanyaanmu, sayang. Ha...ha....ha.....
Saya jawab pertanyaanmu ya, sayang. Pak guru sebetulnya juga sedang
merayu kamu kok. Soalnya kamu cantik sih? Pak guru jadi tertarik sama
kamu. Senyummu benar2 dapat menggoda hati pak guru, sayang?
Cewek : Ah.... pak guru bisa aja. Pak guru lebay sekali. Bapak kok belum
menjawab pertanyaan saya sih?
Guru : Okay sekarang pak guru jawab. Memang pacaran dengan cara
ber-mesra2an atau bercumbu rayu dengan cewek atau cowok yang
belum dinikah secara syah itu dilarang atau diharamkan dalam ajaran
agama, terutama dalam ajaran agama Islam. Orang-orang menyukainya
karena menyenangkan jika dilakukannya dan merasa asyiik.
Dan karena dengan ber-mesra2an itu menyenangkan, maka orang2
ber-lomba2 cari pacar untuk bisa menyenangkan hatinya, bahkan ada
yang mengatakan agar bergairah dalam hidupnya. Tetapi pd hakekatnya
mereka yang ber-mesra2an dengan lawan jenis yang bukan istri atau
suaminya itu sedang kena cobaan hidup dari Alloh. Semakin tidak bisa
mengendalikan nafsunya, maka semakin banyak terkena azab (siksaan)
Alloh, alias semakin meningkat sakit dan derita hatinya. Semakin mereka
kangen untuk ber-mesra2an dengan yang bukan istri atau suaminya, pada hakekatnya semakin membuat sakit dan derita hatinya.
Itulah jawaban pak guru seperti itu.
Pak guru juga manusia biasa seperti kamu, memiliki nafsu spt
kamu. Bisa tergoda hatinya melihat cewek2 yang cantik seperti
kamu, sehingga me-rayu2. Bahkan ber-mesra2an pun bisa
terjadi kalau pak guru lalai dan lupa mengendalikan diri.
Alhamdulillah kamu mengingatkan pak guru, sayang.
Cewek : Kan pak guru sudah punya istri cantik. Apa pak guru juga
masih muncul rasa tertarik kalau melihat cewek2 yang cantik?
Dan apakah pak guru juga masih sering tergoda hatinya ada keinginan
ingin me-rayu2 cewek, atau mungkin ada rasa keinginan untuk
ber-mesra2an dengan cewek cantik yang bukan istrinya?
Guru : Pak guru kan juga manusia normal seperti kamu. Ya wajar,
dong kalau masih tertarik dengan cewek2 yang cantik.
Tetapi pak guru senantiasa berusaha agar tidak tergoda hatinya.
Cewek : Kan pak guru tahu kalau berpacaran dengan ber-mesra2an
hukumnya haram. Kok bisa sih muncul seperti itu?
Guru : Nafsu ingin me-rayu2, ber-mesraa2an (bercumbu rayu) itu
tidak hanya dimiliki oleh para remaja atau mereka yang belum menikah
saja, tetapi mereka yang sudah punya istri atau suami pun masih bisa
tergoda oleh cewek2 yang cantik ataupun tergoda oleh cowok yang
tampan. Hanya saja kebanyakan yang sudah punya istri/suami itu
lebih bisa mengendalikan, karena mereka udah bisa langsung
menyalurkan nafsunya dengan bebas kepada istri/suaminya.
Makanya dalam hidup dan kehidupan ini kita harus saling mengingatkan.
Karena nafsu manusia itu selalu memerintahkan kepada
manusia untuk melakukan perbuatan2 yang melanggar aturan2 agama.
Cewek : Oh begitu ya, pak. Terima kasih, pak guru.Guru : Ya, sama-sama.
No comments:
Post a Comment