Search This Blog

Wednesday, August 28, 2013

PERCAKAPAN ANTARA SEORANG GURU PRIA DENGAN SEORANG CEWEK TENTANG SEPUTAR CINTA.

CEWEK : Selamat siang, pak guru?
Guru : Selamat siang, sayang.
Cewek : Maaf pak guru, bolehkah saya bertanya?
Guru : Oh ya, silahkan. Mau tanya apa, sayang?
Cewek : Kalau cinta dengan ber-mesra2an, bercumbu rayu, kan 'gak boleh, alias diharamkan dalam agama Islam. Tetapi kenapa orang2 kok banyak yang menyukainya? Meskipun banyak juga yang sebetulnya menyukainya tetapi menahannya/mengendalikannya. Itu kenapa, pak? 
Guru : Bagus banget pertanyaanmu, sayang. Ha...ha....ha..... Saya jawab pertanyaanmu ya, sayang. Pak guru sebetulnya juga sedang merayu kamu kok. Soalnya kamu cantik sih? Pak guru jadi tertarik sama kamu. Senyummu benar2 dapat menggoda hati pak guru, sayang? 
Cewek : Ah.... pak guru bisa aja. Pak guru lebay sekali. Bapak kok belum menjawab pertanyaan saya sih? 
Guru : Okay sekarang pak guru jawab. Memang pacaran dengan cara ber-mesra2an atau bercumbu rayu dengan cewek atau cowok yang belum dinikah secara syah itu dilarang atau diharamkan dalam ajaran agama, terutama dalam ajaran agama Islam. Orang-orang menyukainya karena menyenangkan jika dilakukannya dan merasa asyiik. Dan karena dengan ber-mesra2an itu menyenangkan, maka orang2 ber-lomba2 cari pacar untuk bisa menyenangkan hatinya, bahkan ada yang mengatakan agar bergairah dalam hidupnya. Tetapi pd hakekatnya mereka yang ber-mesra2an dengan lawan jenis yang bukan istri atau suaminya itu sedang kena cobaan hidup dari Alloh. Semakin tidak bisa mengendalikan nafsunya, maka semakin banyak terkena azab (siksaan) Alloh, alias semakin meningkat sakit dan derita hatinya. Semakin mereka kangen untuk ber-mesra2an dengan yang bukan istri atau suaminya, pada hakekatnya semakin membuat sakit dan derita hatinya. Itulah jawaban pak guru seperti itu. Pak guru juga manusia biasa seperti kamu, memiliki nafsu spt kamu. Bisa tergoda hatinya melihat cewek2 yang cantik seperti kamu, sehingga me-rayu2. Bahkan ber-mesra2an pun bisa terjadi kalau pak guru lalai dan lupa mengendalikan diri. Alhamdulillah kamu mengingatkan pak guru, sayang. 
Cewek : Kan pak guru sudah punya istri cantik. Apa pak guru juga masih muncul rasa tertarik kalau melihat cewek2 yang cantik? Dan apakah pak guru juga masih sering tergoda hatinya ada keinginan ingin me-rayu2 cewek, atau mungkin ada rasa keinginan untuk ber-mesra2an dengan cewek cantik yang bukan istrinya? 
Guru : Pak guru kan juga manusia normal seperti kamu. Ya wajar, dong kalau masih tertarik dengan cewek2 yang cantik. Tetapi pak guru senantiasa berusaha agar tidak tergoda hatinya. 
Cewek : Kan pak guru tahu kalau berpacaran dengan ber-mesra2an hukumnya haram. Kok bisa sih muncul seperti itu? 
Guru : Nafsu ingin me-rayu2, ber-mesraa2an (bercumbu rayu) itu tidak hanya dimiliki oleh para remaja atau mereka yang belum menikah saja, tetapi mereka yang sudah punya istri atau suami pun masih bisa tergoda oleh cewek2 yang cantik ataupun tergoda oleh cowok yang tampan. Hanya saja kebanyakan yang sudah punya istri/suami itu lebih bisa mengendalikan, karena mereka udah bisa langsung menyalurkan nafsunya dengan bebas kepada istri/suaminya. Makanya dalam hidup dan kehidupan ini kita harus saling mengingatkan. Karena nafsu manusia itu selalu memerintahkan kepada manusia untuk melakukan perbuatan2 yang melanggar aturan2 agama. 
Cewek : Oh begitu ya, pak. Terima kasih, pak guru.
Guru : Ya, sama-sama.

No comments: